Friday, June 22, 2007

12. Tzr Prjct> Bacaan Baru





gambar diambil dari www.riotporn.blogspot.com

SERANG DI TEMPAT YANG MEMATIKAN
Ted Kaczynski

1. Tujuan artikel ini

Tujuan dari artikel ini adalah untuk menunjukkan sebuah prinsip sederhana dari konflik manusia, sebuah prinsip yang mana para oponen dari sistem tekno-industrial ini dilihat secara mendasar. Prinsipnya adalah bahwa dalam setiap bentuk konflik, apabila anda ingin memenangkannya, anda harus menyerang musuhmu di tempat yang dapat membuatnya sakit.

Saya harus menjelaskan bahwa saat saya berbicara tentang “menyerang di tempat yang mematikan”, saya tidak secara khusus mengartikannya sebagai sebuah serangan-serangan fisikal atau berbagai bentuk kekerasan fisikal. Sebagai contohnya, dalam perdebatan verbal “menyerang di tempat yang mematikan” akan dapat berarti melancarkan argumen-argumen menyerang posisi terlemah dari oponenmu. Dalam sebuah pemilihan presidental “menyerang di tempat yang mematikan” akan berarti berhasil memenangkan negara dari oponen-oponenmu dengan mendapatkan suara terbanyak. Tetapi tetap saja, dalam mendiskusikan prinsip ini saya akan menggunakan analogi pertempuran fisikal, sebab hal tersebut jelas dan gamblang.

Apabila seseorang memukulmu, anda akan mempertahankan dirimu dengan memukulnya kembali di lengannya, tetapi anda tak dapat melukai seseorang tersebut dengan cara tersebut. Agar dapat memenangkan perkelahian, anda harus menyerangnya di tempat yang dapat menimbulkan rasa sakit. Artinya, anda harus mampu melampaui kepalannya dan memukul bagian-bagian yang paling lemah dan sensitif dari tubuh seseorang tersebut. Anggap saja sebuah bulldozer milik sebuah perusahaan penebangan telah meruntuhkan pepohonan dekat rumahmu dan anda ingin menghentikannya. Pisau besar dari bulldozer itulah yang telah merusak bumi dan mencabut pepohonan, tetapi adalah sesuatu yang membuang waktu apabila merusak pisau besar tersebut dengan menggunakan gada. Apabila anda bisa meluangkan waktu yang cukup lama, kerja keras seharian memukuli pisau besar tersebut, mungkin anda memang akan berhasil cukup membuatnya rusak sehingga pisau besar tersebut tak dapat digunakan lagi. Tetapi, diperbandingkan dengan bulldozer secara keseluruhannya, pisau besar itu cenderung murah dan dapat dengan mudah diganti. Pisau besar itu hanya “kepalan” yang digunakan bulldozer untuk menyerang bumi. Untuk mengalahkan mesin ini anda harus melampaui “kepalan” tersebut dan menyerang bagian-bagian vital dari bulldozer. Mesin, misalnya, dapat dihancurkan dalam waktu singkat dan mudah dengan cara-cara yang sudah banyak dikenal di kalangan para radikal.

Dalam poin ini saya harus menjelaskan bahwa saya tidak merekomendasikan siapapun untuk merusak bulldozer (kecuali bulldozer tersebut adalah miliknya sendiri) ataupun segala dalam artikel ini diinterpertasikan sebagai sebuah perekomendasian aktivitas-aktivitas ilegal dalam berbagai bentuknya. Saya adalah seorang narapidana, dan apabila saya mendorong aktivitas ilegal, artikel ini tak akan diperbolehkan untuk keluar dari penjara. Saya menggunakan bulldozer sebagai analogi karena hal tersebut jelas dan gamblang serta akan diapresiasi oleh para radikal.


2. Teknologi adalah target

Telah banyak diketahui bahwa “variabel-variabel dasar yang menentukan proses sejarah kontemporer dihadirkan oleh perkembangan teknologi” (Celso Furtado). Teknologi, di atas segalanya, bertanggung jawab atas kondisi-kondisi dunia saat ini dan akan mengontrol perkembangannya di masa depan. Dengan demikian, “bulldozer” yang harus kita hancurkan adalah teknologi modern itu sendiri. Banyak dari para radikal yang menyadari hal ini dan kemudian menyadari bahwa tugas mereka adalah mengeliminasi seluruh sistem tekno-industrial. Tetapi sayangnya mereka tidak cukup memperhatikan kebutuhan untuk menyerang sistem ini di tempat yang paling mematikan.

Menghancurkan McDonald’s atau Starbuck jelas tak bermakna apa-apa. Lagipula saya juga tidak peduli pada McDonald’s ataupun Starbuck. Saya tidak peduli apakah seseorang menghancurkannya atau tidak. Hal tersebut bukanlah sebuah aktivitas revolusioner. Bahkan apabila semua rantai makanan cepat saji disingkirkan, sebagai hasilnya sistem tekno-industrial ini hanya akan sedikit menderita kerusakan minimal, yang dengannya dapat dengan mudah tetap bertahan hidup tanpa rantai makanan cepat saji. Saat anda menyerang McDonald’s atau Starbuck, anda tidak menyerang di tempat yang mematikan.

Beberapa bulan lalu saya menerima sebuah surat dari seorang anak muda di Denmark yang percaya bahwa sistem tekno-industrial harus dieliminasi karena, sebagaimana yang ia katakan, “apa yang akan terjadi apabila kita terus menerus hidup dengan cara seperti ini?” Secara khusus, bagaimanapun juga, bentuk aktivitas “revolusioner”nya adalah menggasak peternakan-peternakan penghasil bulu binatang. Sebagai sebuah cara untuk melemahkan sistem tekno-industrial, aktivitas tersebut benar-benar tidak berguna. Bahkan apabila para pembebas binatang tersebut berhasil sepenuhnya dalam mengeliminasi industri bulu binatang, mereka tidak akan menimbulkan kerusakan apapun bagi sistem ini, karena sistem ini akan dapat berjalan terus dengan mulus tanpa bulu binatang.

Saya setuju bahwa mengurung binatang-binatang liar di kandang adalah sesuatu yang tak dapat ditoleransi, dan mengakhiri praktek-praktek demikian adalah sebuah tindakan yang mulia. Tetapi ada banyak sekali tindakan yang mulia, seperti mencegah kecelakaan lalu lintas, menyediakan tempat bernaung bagi para gelandangan, melakukan daur ulang, atau menolong orang tua menyeberang jalan. Tetapi tak seorangpun kecuali seseorang terlalu bodoh, menganggap hal-hal di atas sebagai sebuah aktivitas revolusioner, ataupun membayangkan bahwa hal-hal tersebut dilakukan untuk melemahkan sistem ini.


3. Industri penebangan kayu adalah sebuah isu sampingan

Dalam mengambil contoh lain, tak seorangpun yang waras percaya bahwa segala sesuatu yang bersifat liar dapat bertahan hidup lebih lama lagi apabila sistem tekno-industrial terus eksis. Banyak dari para environmentalis radikal setuju bahwa ini adalah sebuah kasus dan kemudian mengharapkan sistem ini kolaps. Tetapi semua praktek yang mereka lakukan adalah menyerang industri penebangan kayu.

Saya benar-benar tidak keberatan atas serangan-serangan mereka pada industri penebangan kayu. Pada faktanya, hal tersebut adalah sebuah isu yang dekat dengan hati saya dan saya merasa senang dengan setiap keberhasilan para radikal melawan industri penebangan kayu. Sebagai tambahan, bagi alasan-alasan yang perlu saya jelaskan di sini, saya berpikir bahwa oposisi terhadap industri penebangan kayu seharusnya menjadi sebuah komponen dari upaya-upaya pelenyapan sistem ini.

Dengan sendirinya, menyerang industri penebangan kayu bukanlah sebuah cara yang efektif dalam usaha melawan sistem, kalaupun terjadi even yang diharapkan di mana para radikal berhasil menghentikan seluruh penebangan hutan di manapun di dunia ini, hal tersebut tidak akan merontokkan sistem ini. Dan hal tersebut tidak dapat menyelamatkan alam liar secara permanen. Cepat atau lambat iklim politik akan berubah dan penebangan akan kembali terjadi. Bahkan apabila penebangan tidak pernah terjadi lagi, akan ada kejadian-kejadian lain yang mana dengannya alam liar akan kembali dihancurkan, atau apabila tidak dihancurkan paling tidak akan dijinakkan dan didomestikasi. Penambangan dan eksplorasi mineral, hujan asam, perubahan iklim, dan kepunahan spesies, menghancurkan alam liar; alam liar dijinakkan dan didomestikasi melalui rekreasi, studi ilmiah dan manajemen sumber daya, termasuk di antaranya penelusuran jejak binatang secara elektrik, budidaya pengembangbiakkan ikan, dan penanaman pohon-pohon yang direkayasa secara genetik.

Alam liar dapat diselamatkan secara permanen hanya dengan cara mengeliminasi sistem tekno-industrial, dan anda tak dapat mengeliminasi sistem tersebut dengan cara menyerang industri penebangan kayu. Sistem ini akan dapat dengan mudah bertahan hidup dari kematian industri penebangan kayu karena produk-produk kayu, walaupun sangat berguna bagi sistem ini, apabila dibutuhkan dapat diganti dengan material-material lain. Konsekuensinya, saat anda menyerang industri penebangan kayu, anda tidak menyerang di tempat yang dapat menyakitinya. Industri penebangan kayu hanyalah “kepalan” (atau salah satu kepalan) yang digunakan sistem untuk menghancurkan alam liar, dan, sebagaimana juga dalam pertandingan tinju, anda tak dapat menang dengan cara menyerang kepalan musuh. Anda harus berusaha melampaui kepalan tersebut dan menyerang organ-organ sistem yang paling vital dan sensitif. Secara legal, tentu saja, dengan melakukan aksi protes yang damai.


4. Mengapa sistem ini tegar

Sistem tekno-industrial benar-benar tegar karena ia memiliki apa yang disebut sebagai struktur “demokratis” yang menghasilkan fleksibilitas. Karena sistem diktatorial cenderung kaku, tensi-tensi sosial dan resistansi dapat dibangun di dalamnya hingga pada titik yang merusak dan memperlemah sistem, dan mungkin mengarah para revolusi. Tetapi dalam sebuah sistem “demokratis”, saat tensi sosial dan resistansi yang dibangun mulai membahayakan, sistem ini akan cukup dapat memberikan respon, cukup mengkompromikannya, sehingga akan menurunkan tensi ke tingkat yang aman.

Selama tahun 1960-an, untuk pertama kalinya orang-orang mulai sadar bahwa polusi lingkungan adalah sebuah masalah yang serius, sebagian besarnya adalah karena kotoran yang terlihat dan berbau dalam udara di atas kota-kota besar mulai membuat orang-orang secara fisik tak merasa nyaman. Ada cukup banyak protes yang timbul sehingga Agensi Perlindungan Lingkungan dibentuk dan beberapa tindakan lain diambil untuk mengatasi masalah. Tentu saja, kita semua tahu bahwa masalah-masalah polusi kita masih sangat jauh dari penyelesaian. Tetapi telah cukup tindakan dilakukan sehingga keluhan-keluhan publik dapat diredam dan tekanan pada sistem semakin menyurut dalam tahun-tahun berikutnya.

Dengan demikian, menyerang sistem tersebut seperti memukul sebuah karet. Sebuah pukulan dengan gada akan dapat membuat besi padat berkeping-keping, karena besi padat sifatnya kaku dan karenanya rapuh. Tetapi anda dapat memukul sebuah karet tanpa merusaknya karena sifatnya yang fleksibel: ia mengatasi protes, cukup lama hingga protes tersebut kehilangan kekuatan dan momentumnya. Kemudian sistem tersebut memantul kembali. Maka, dalam upaya untuk menyerang sistem di tempat yang dapat mematikannya, anda harus memilih isu-isu yang tak dapat diatasi oleh sistem ini, yang akan menghabisinya. Dan yang dibutuhkan bukanlah kompromi dengan sistem, melainkan sebuah perjuangan hidup mati.


6. Para radikal harus menyerang sistem ini pada titik-titik yang menentukan

Untuk dapat secara efektif bertujuan mengeliminasi sistem tekno-industrial, para revolusioner harus menyerang sistem ini pada titik-titik yang mana dalam serangan tersebut, musuh tak dibiarkan memiliki kesempatan untuk pulih. Mereka harus menyerang organ-organ vital sistem ini. Tentu saja, saat saya menggunakan kata “serang” saya tidak mengartikannya sebagai serangan fisikal melainkan dengan bentuk protes dan resistansi legal.

Beberapa contoh organ-organ vital dari sistem ini adalah:

Industri tenaga listrik. Sistem ini benar-benar tergantung pada jaringan tenaga listrik.
Industri komunikasi. Tanpa komunikasi yang gencar, sebagaimana dengan telefon, radio, televisi, e-mail dan semacamnya, sistem ini tak dapat bertahan hidup.
Industri komputer. Kita semua tahu bahwa tanpa komputer sistem ini akan kolaps dengan cepat.
Industri propaganda. Industri propaganda meliputi industri hiburan, sistem edukasi, jurnalisme, advertising, public-relation, dan berbagai macam politik serta industri kesehatan mental. Sistem ini tak dapat berfungsi kecuali orang-orang di dalamnya cukup jinak dan mampu menyesuaikan diri serta memiliki perilaku-perilaku yang harus dimiliki oleh mereka sesuai dengan yang dibutuhkan oleh sistem ini. Fungsi dari industri propaganda adalah untuk melatih orang-orang sebuah jenis pemikiran dan kebiasaan.
Industri bioteknologi. Sistem ini memang belum secara fisik tergantung pada bioteknologi yang maju (sejauh yang saya tahu). Tapi tanpa kecuali, sistem ini tak dapat diberi keleluasaan dalam berjalan dengan isu bioteknologi, yang merupakan isu kritis sistem ini, sebagaimana yang akan kuperdebatkan setelah ini.

Sekali lagi: saat anda menyerang organ-organ vital sistem ini, sangatlah penting untuk tidak menyerang mereka dalam konteks nilai-nilai yang mereka anut sendiri, melainkan dengan nilai-nilai yang tidak sesuai dalam pandangan sistem ini. Misalnya, apabila engkau menyerang industri tenaga listrik dalam konteks bahwa industri tersebut menghasilkan polusi bagi lingkungan, sistem ini akan dengan mudah meredam protes dengan mengembangkan metoda-metoda yang lebih bersih dalam menghasilkan sumber daya listrik. Apabila memang sudah terlalu buruk situasinya, sistem ini akan dapat beralih sepenuhnya pada tenaga angin dan solar. Memang sangat baik upaya mereduksi kerusakan lingkungan, tetapi hal tersebut tidak akan mengakhiri sistem tekno-indutrial. Hal tersebut juga tidak merepresentasikan sebuah kemenangan atas nilai-nilai fundamental sistem ini.

Untuk menyelesaikan segala urusan dalam penyerangan terhadap sistem, anda harus menyerang generator-generator pembangkit tenaga listrik sebagai sesuatu yang prinsipil, berdasarkan argumen bahwa ketergantungan pada listrik telah membawa orang-orang menjadi tergantung pada sistem ini. Inilah landasan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut sistem ini.


7. Bioteknologi mungkin dapat menjadi sasaran terbaik bagi penyerangan politis

Mungkin sasaran paling menjanjikan bagi penyerangan politis adalah industri bioteknologi. Walaupun secara umum berbagai revolusi diletupkan oleh sekelompok minoritas, sangatlah berguna untuk meraih dukungan tertentu, simpati, atau setidaknya persetujuan dari populasi secara umum.

Gol-gol dari aksi yang politis adalah untuk mendapatkan dukungan atau persetujuan semacam itu. Apabila anda mengkonsentrasikan penyerangan politismu, misalnya pada industri tenaga listrik, hal tersebut akan benar-benar sulit dalam mendapatkan dukungan di luar minoritas radikal, karena sebagian besar orang menolak mengubah cara hidup mereka, khususnya perubahan-perubahan yang menyulitkan mereka.

Atas alasan ini, beberapa akan rela untuk meninggalkan ketergantungannya pada listrik. Tetapi orang-orang belum merasa bahwa diri mereka tergantung pada bioteknologi yang maju sebagaimana mereka tergantung pada listrik. Mengeliminasi bioteknologi tidak akan mengubah hidup mereka secara radikal. Secara kontras, hal tersebut mungkin akan dapat memperlihatkan pada orang-orang bahwa kesinambungan pengembangan bioteknologi akan mentransformasikan cara hidup mereka dan menyapu bersih nilai-nilai manusia selama ini. Dengan demikian, dalam menantang bioteknologi, para radikal harus mampu memobilisir dengan cara mereka sendiri yang merupakan resistansi alamiah manusia terhadap perubahan.

Dan bioteknologi adalah sebuah isu yang mana sistem ini tak akan dapat menanggung kehilangannya. Ia juga adalah sebuah isu yang mana sistem ini harus memperjuangkannya hingga akhir, yang mana hal ini jelas adalah sesuatu yang kita butuhkan. Tetapi—diulangi sekali lagi—amatlah esensial untuk tidak menyerang bioteknologi dalam konteks nilai-nilai yang dianut oleh sistem ini sendiri, melainkan dalam konteks nilai-nilai yang tidak sesuai bagi sistem ini.

Misalnya, apabila anda menyerang bioteknologi, khususnya dengan berlandaskan pada alasan bahwa hal tersebut akan merusak lingkungan, atau bahwa pangan-pangan yang dimodifikasi secara genetik akan dapat merusak kesehatan, maka sistem ini dapat dan akan menyerap seranganmu dengan memberi celah untuk kompromi—dengan kata lain, dengan memberlakukan pengawasan yang lebih ketat pada riset genetik dan percobaan yang lebih teliti serta memberlakukan regulasi bagi tanaman-tanaman yang dimodifikasi secara genetik. Kegelisahan orang-orang lantas akan menyurut dan protes menjadi layu.


8. Semua bioteknologi harus diserang sebagai sebuah urusan prinsipil

Maka, dibandingkan memprotes satu atau lain hal mengenai konsekuensi negatif dari bioteknologi, anda harus menyerang seluruh bioteknologi modern secara prinsipil, dalam landasan seperti (a) bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang merendahkan seluruh makhluk hidup; (b) bahwa hal tersebut memberi terlalu banyak kekuasaan ke tangan sistem ini; (c) bahwa hal tersebut secara radikal akan mentransformasikan nilai-nilai fundamental manusia yang telah eksis selama ribuan tahun; dan berbagai landasan lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai sistem ini.

Dalam merespon serangan jenis ini, sistem ini akan dipaksa untuk berdiri dan berjuang. Ia tak dapat menyerap seranganmu dengan membawanya pada isu yang lebih besar, karena bioteknologi berada di pusat seluruh perusahaan yang berteknologi maju, dan karena saat mundur sistem ini tak akan hanya membuat langkah mundur secara taktis, ia akan terpaksa menerima kekalahan strategis besar dalam kode etiknya sendiri. Nilai-nilai tersebut akan dikuburkan dan pintu akan terbuka bagi serangan-serangan politis lebih lanjut, yang akan menebang fondasi-fondasi sistem ini.

Sekarang memang benar bahwa Dewan Representatif AS baru-baru ini melarang kloning manusia, dan setidaknya beberapa anggota kongres bahkan memberikan beberapa alasan yang tepat mengenainya. Dari yang saya baca, alasan-alasan tersebut berada dalam konteks religius, alasan-alasan tersebut bukanlah sesuatu yang dapat diterima secara teknologis. Dan hal seperti itulah yang patut diperhitungkan.

Dengan demikian, keputusan para anggota kongres atas kloning manusia merupakan sebuah kekalahan sejati bagi sistem ini. Tetapi hal tersebut hanyalah sebuah kekalahan yang sangat sangat kecil, karena ruang lingkup pelarangannya masih sangat sempit—hanya sebagian kecil dari bioteknologi yang terpengaruh—dan lagipula karena dalam jangka waktu dekat di masa depan, kloning manusia secara praktis masih kecil kegunaannya bagi sistem ini. Tetapi aksi dari Dewan Representatif telah menunjukkan bahwa hal ini dapat menjadi sebuah titik lemah sistem ini, dan sebuah serangan yang lebih luas terhadap seluruh bioteknologi mungkin dapat menimbulkan kerusakan serius bagi sistem dan nilai-nilai yang dianutnya.


9. Kaum radikal belum menyerang biotek secara efektif

Beberapa dari kaum radikal memang menyerang bioteknologi, baik secara politis maupun secara fisikal, tetapi sejauh yang kuketahui mereka menjelaskan sikap oposisi mereka terhadap biotek dalam konteks nilai-nilai yang dianut oleh sistem ini. Keluhan-keluhan mereka adalah resiko kerusakan lingkungan dan dampak buruknya bagi kesehatan. Dan mereka tidak menyerang industri biotek di tempat yang mematikan.

Menggunakan analogi perkelahian fisik sekali lagi, anggap anda harus mempertahankan dirimu dari serangan gurita raksasa. Anda takkan mampu menyerang balik secara efektif dengan memutus tentakelnya. Anda harus menyerang kepalanya. Dari apa yang saya baca tentang aktivitas-aktivitas mereka, para radikal yang bekerja melawan bioteknologi melakukan tak lebih dari upaya untuk memutuskan tentakel sang gurita. Mereka berusaha meyakinkan para petani biasa, secara individual, agar memutuskan untuk tidak menanam benih yang direkayasa secara genetik.

Tetapi ada ribuan pertanian di Amerika, sehingga meyakinkan para petani secara individual menjadi sebuah cara yang sangat tidak efisien dalam penentangan terhadap rekayasa genetik. Akan lebih efektif apabila upaya persuasif itu dilakukan terhadap para ilmuwan riset yang terlibat dalam kerja-kerja bioteknologikal, atau para eksekutif perusahaan seperti Monsanto, untuk meninggalkan industri bioteknologi. Para ilmuwan riset yang baik adalah mereka yang memiliki talenta khusus dan telah menjalani pelatihan yang ekstensif, sehingga mereka sulit untuk dicari penggantinya. Hal yang sama juga berlaku bagi para eksekutif perusahaan. Yakinkan beberapa saja dari mereka untuk meninggalkan biotek akan memberikan kerusakan yang besar bagi industri bioteknologi daripada meyakinkan ribuan petani untuk tidak menanam bibit yang direkayasa secara genetik.


10. Serang di tempat yang mematikan

Amatlah terbuka argumen-argumen mengenai apakah saya benar saat berpikir bahwa bioteknologi adalah isu terbaik dalam upaya menyerang sistem secara politis. Tetapi jelas tak perlu diperdebatkan lagi bahwa kaum radikal dewasa ini telah membuang-buang energi mereka pada isu-isu yang hanya memiliki sedikit atau malah tidak ada relevansinya bagi kelangsungan hidup sistem teknologikal ini. Dan bahkan saat mereka mereka mengalamatkan isu-isunya dengan tepat, para radikal tidak menyerang di tempat yang mematikan. Maka daripada berderap pergi menuju tempat World Trade Summit berikutnya untuk mengeluarkan kemarahan atas globalisasi, kaum radikal lebih baik meluangkan waktunya untuk berpikir bagaimana menyerang sistem ini di tempat yang mematikan. Dengan cara legal, tentu saja.



Thursday, June 7, 2007

11. Tzr Prjct > Dari Pam Tentang Agrofuel

Assalamu’alaikum, wr, wb.

Selama kita masih percaya sama mitos kalo semua kerusakan yang terjadi itu adalah harga yang harus dibayar demi menjadi manusia seutuhnya yang nguasain dunia (inget jargon: “dunia ada karena ia diciptakan hanya untuk manusia”-satu dari banyak versi interpretasi atas istilah khalifatullah), maka jelas mau itu agrofuel ataupun nuklir, mo itu ramah lingkungan ataupun bahaya buat lingkungan, semuanya tetep bakal jadi bencana.

Kemajuan peradaban diukur dari seberapa banyak materi yang kita milikin. Kebahagiaan diukur dari seberapa banyak kita mampu ngeraup kontrol atas segala hal. Kita sekarang punya mobil, motor, TV, DVD-player, kulkas, mesin cuci, komputer, notebook, baju-baju terkini, majalah-majalah luks dan glossy, jalan raya yang mulus, bisa terbang-terbang pake pesawat, kebutuhan makanan kita nggak tergantung sama kondisi alam, obat-obatan banyak banget sehingga kita bisa ngontrol kapan dan akibat apa kita bakal mati, jadi tua, atau jadi sehat atau lumpuh. Dan itu semua dalem mitos peradaban kita dianggep kemajuan. Semakin kita megang kontrol penuh atas dunia dan alam, kita menjadi manusia seutuhnya. Artinya juga, buat jadi manusia seutuhnya itu, maka penggusuran lahan, pemiskinan, pembantaian, perusakan, polusi dan limbah, itu harga yang emang musti dibayar kalo kita mau idup kayak yang saya paparin di atas barusan. Dengan kata laen, kita pengen jadi Tuhan. Bush adalah Tuhan, Ahmaddinejad adalah Tuhan, Castro dan Chav├ęz adalah Tuhan, MUI adalah Tuhan, Karl Marx adalah Tuhan, kapital adalah Tuhan, teknologi adalah Tuhan, dan kita juga pengen jadi Tuhan dalam tingkat yang berbeda.

Dan sialnya, kita semua masih percaya sama cerita kemajuan ini. Dan kita nggak nyadar kalo ini adalah mitos-sebagaimana orang-orang Yunani kuno nggak nyadar kalo kisah Odysseus dan Ikarus itu cuman mitos.

Sekalian buat Meqi dan Ucok Item Salatiga, kalo kata kalian bahwa Indonesia nggak akan dapet krisis energi di taon 1915 dengan maparin fakta soal ketersediaan energi di negara ini, masalahnya, bukankah negara itu bukan entitas yang berdiri sendiri? Krisis di negeri laen bukan nggak mungkin dampaknya bakal kita rasain di sini. Ketakutan negara-negara industri besar kayak AS dan negara-negara EU sama pasokan energi mereka, toh itu juga yang bikin sekarang di Indonesia jadi muncul proyek PLTN (lagi) sekaligus pengembangan CPO gede-gedean-terlepas mana dari dua produk itu yang ramah lingkungan. Teknologi itu nggak pernah netral semenjak ia diciptain memang buat kepentingan-kepentingan khusus yang cuman buat akumulasi kapital-seperti dipaparin Elisha, agrofuel itu ramah lingkungan, bener banget, tapi itu adalah hasil dari sebuah upaya buat mertahanin kapital dan ngejaga biar cerita kemajuan ini bisa terus berjalan. Dan draft diskusi kampanye anti-nuklirnya GETON yang maparin kalo di tanah Indo ini masih kesimpen banyak banget sumber daya energi yang belum keeksplorasi, busyet, buat saya eksplorasi di bawah sistem beginian itu cuman ngebuat bencana baru mau itu dikelola sama individu kelas borjuis atau korporasi, baik nasional atau trans/multinasional. Dan itu nggak ngebawa kita keluar dari mitos itu sendiri.

Jadi posisi saya? Memang bukan anti biodiesel seperti yang juga dipaparin Tjuan, tapi saya lagi berusaha buat keluar dari mitos kemajuan ini. Dan yang saya kerjain adalah neliti dan bereksperimen buat nemuin mana nih terali-terali nggak tampak yang udah menjarain manusia selama ini, buat bisa ngeruntuhin mitos itu. Karena ternyata apa yang ngebuat mitos ini berjalan bukanlah tentang bahwa manusia ini nggak tau soal problem-problem sosial yang hadir, tapi soal kenapa mereka bisa nggak bangkit juga padahal di depannya udah jelas ada seabrek problem. Dan apa yang bisa dilakuin buat ngedorong orang-orang yang juga udah mule bangkit, biar nggak berenti di tengah jalan, biar bisa sama-sama jalan terus. Atau ketidakpuasan apa yang bisa ngarah buat bisa makin deket ke penghancuran mitos ini, yang mana para pelakunya bisa diajak gawe bareng (dan kami nemu di sini konteks isu reforma agraria, salah satunya, atau penguasaan sumber dan alat produksi oleh mereka yang ngerjainnya, pada umumnya). Sampe sistem yang ngedukung mitos ini jadi bisa jalan terus jadi kolaps.

Sampe mitos itu sendiri kolaps dan kerajaan surga berdiri di atas bumi.


Wassalam,

Dyonisus

Tuesday, May 29, 2007

10. Tzr Prjct> Wake Up

Katanya, ipang sekarang sedang ada dalam fase ga ada perasaan apa-apa ama cewe. Ya, saya pernah ngalamin fase itu. Secantik apapun dia, saya nge flat. Trus saya mikir, mungkin itu muncul dari frustasi begitu sukarnya seorang cowo mendapatkan cewe yang dia inginkan. Mungkin...

Suatu saat, saya ngeliat mantan saya, berjalan - bergandengan tangan dengan cowonya yang baru di sebuah bioskop. Untungnya dia ga ngeliat saya. Atau pura-pura ga ngeliat? entahlah, semoga bener-bener ga ngeliat saya.
Trus, sehabis ngantri tiket, mereka duduk. Oh shit!, tepat didepan saya. Untungnya sedikit terhalangi ama orang-orang lain. Dan saya senyam senyum sendiri, sambil mikir.. anjis dia masih cantik... saya suka ama new hairstyle nya, senyum dan ketawa nya masih kayak dulu -segar dan lepas.
hummm... saya bener-bener nikmatin moment itu. Disisi lain, saya juga sibuk ngumpetin perasaan menyesal.
Pintu studio tempat dia nonton pun terbuka, mereka masuk... yah berakhir sudah moment itu, perasaan sedih menyeruak dan kerinduanpun kembali meluap-luap seperti lumpur lapindo, tidak tertahankan. hihihi... Entah kapan lagi saya bisa melihat si dia yang masih saya cintai itu heuheuheu... yang pernah saya kasih bunga mawar curian heuheuheu, yang pernah saya bela-belain jalan kaki di tengah terik panas matahari supaya bisa ketemu dia, yang pernah ngabisin buku-buku dan dinding kamar ama gambar figurnya dia, dan yang-yang lainnya... damn. heuheuheu
Karena saya masih minder ama saya sekarang. Sepertinya ga ada peningkatan dari semenjak putus dulu. Ga ada yang patut untuk dibanggain dari look saya hinga sekarang. Tidak seperti si cowo yang dia gandeng dengan penuh bangga dan perasaan sayang. heuheuheu. Begitu gagah, berpakaian rapih, necis, putih dan bersih. Bukan junkies.

(saya nulis ini di barengi lagu tim armstrong -wake up, ama hujan..heuheuheu melankolis sekali euh')

Friday, May 11, 2007

09. Tzr Prjct> MATRIX

Morpheus : "aku bayangkan, bahwa sat ini kau merasa seperti Alice yang jatuh kedalam lubang kelinci?"
Neo : "kira-kira begitu"
Morpheus : "aku bisa melihat di matamu. wajahmu seperti orang yang menerima apa yang ia lihat karena berharap untuk terjaga. ironisnya, ini tak jauh dari realitas. kau percaya pada takdir neo?"
Neo : "tidak"
Morpheus : "kenapa tidak?"
Neo : "Sebab aku tidak suka jika aku tidak bisa mengendalikan hidupku"
Morpheus : "aku paham sekali maksudmu. aku akan jelaskan kenapa kau ada di sini. kau ada di sini karena kau tahu sesuatu. kau tidak bisa menjelaskan apa yang kau ketahui itu, tapi kau merasakannya. kau merasakannya selama hidupmu ini. ada yang tidak beres dengan dunia ini. kau tidak tahu apa yang salah tapi itu ada, seperti sesuatu dalam benakmu yang membuatmu gila. perasaan itulah yang membawamu kepadaku. kau paham ucapanku ini?"
Neo : "MATRIX?"
Morpheus : "kau mau tahu apa itu? matrix ada dimana mana, ia ada disekeliling kita. bahkan saat ini di ruangan ini. kau bisa melihatnya jika kau melihat ke jendelamu atau jika kau menyalakan televisi mu. kau bisa merasakan nya saat kau pergi bekerja, saat kau pergi ke gereja, saat kau membayar pajak. itu adalah dunia yang disajikan didepan matamu untuk menutupi REALITAS"
Neo : "realitas apa?"
Morpheus : "bahwa kau adalah seorang budak. seperti yang lain, kau lahir dalam keadaan terkekang, lahir dalam penjara yang tidak bisa kau cium, rasakan atau sentuh. sebuah penjara bagi pikiran mu. sayangnya, tidak ada yang bisa ceritakan apa itu matrix. kau harus melihatnya sendiri, inilah kesempatan terakhirmu. setelah ini kau tak bisa kembali lagi"

Morpheus : "kau telan pil biru, ceritanya berakhir, kau bangun diranjangmu dan percaya apapun yang kamu mau percayai. kau telan pil merah, kau tinggal di negeri ajaib dan aku tunjukan sejauh mana lubang kelincinya. ingat, aku hanya menawarkan realitas. tidak lebih dari itu...."

08. Tzr Prjct> Maaf

Kadang saya mikir seharusnya gampang untuk bilang 'maaf'... tapi kenyataan nya engga, malah sangat berat banget. Mengingat kesalahan yang udah dilakuin ~ saya cenderung mikir untuk ngerubahnya dulu atau membalas dengan perbuatan yang baik dulu, baru (mungkin) dia akan memaafkan secara tidak tersirat. Bukankah yang penting tuh memaafkan secara tulus? dari hati. Dan semua orang tau, bibir ini bisa mudah mengucapkan apa aja.

Tapi tetep emang yang lebih dewasa adalah mengucapkannya dan engga mengulang kesalahan.


Kemudian tersirat dalam benak saya, (ini pikiran saya) setiap kesalahan yang tercipta... muncul sebuah penilaian, kemudian penilaian mempengaruhi hubungan antar individu, padahal disisi lain saya mikir, setiap perbuatan ada alasan nya. Baik atau buruk perbuatan itu ada alasan kuat yang berperan dibelakangnya. Tapi kecenderungan setiap orang berhenti pada tahap penilaian. Setelah melakukan sebuah kesalahan maka aib akan menyertai seumur hidup. Tanpa ada nya 'pemberian' kesempatan baru, atau sebuah pikiran bahwa manusia pasti belajar dan berproses dari berbagai kesalahan yang telah tercipta ~ sebagai bentuk lain dari pemberian maaf yang tulus.

Selanjutnya saya berandai-andai, jika semua orang bisa dengan mudah memberi maaf secara tulus, dan mengaplikasikan apa yang saya tulis diatas tadi, apakah mungkin kehidupan di dunia ini menjadi sedikit lebih baik? yang berbuat salah secara sadar atau tidak akan merasa memikul beban amanat untuk berusaha ga bikin kesalahan yang sama. Yang memberi maaf tidak perlu lama-lama menanggung rasa sakit karena telah terlukai dari sebuah kesalahan yang tercipta. Dan akhirnya setiap orang menjadi manusia-manusia yang penuh dengan tanggung jawab atas dirinya dan tindakan nya. Manusia-manusia yang bebas. Entahlah... ini cuma pikiran saya aja.

Friday, May 4, 2007

07. Tzr Prjct> Komik Jaka Wana #01 (bersambung)

klik pada gambar untuk memperbesar... (bukan alat kelamin anda loh yang membesar)












































uuuhhh... lama pisaaaan. Berapa taun tah? saya ga ngomik... berhenti nerusin serial jakawana tuh kalo g salah taun 2002... sekarang 2007... 5 taun anjis! hehehehe... yah namanya juga komik indie.. ceunah'. Tapi.. naon sih indie tuh sebenerna?...begini nih ceunah...indie adalah hanyalah sebuah pola ekonomi, yang berbeda dari pola pola ekonomi yang lain. Bahwa indie ~ apapun itu aplikasi nya (baik itu band, studio pembuatan videoklip, komik dll) hanyalah pola ekonomi yg dijalankan - yang mana ga tergantung ama pemodal yang lebih mapan. Ga ada kaitan nya ama genre seperti punk rock atau klub motor. Dan karena ini komik indie... maka pola pembuatan komik jaka wana ga sesuai ama pola pembuatan komik2 gramedia, yang serba teratur dan berkala. Komik Jakawana yang di terbitin ama perusahaan komik 'multinasional' bernama Komik Tizar, cenderung 'sangeunahna'. Sakumaha uing weh anu ngajieun na... maneh kan lain boss aing! kitu...
Nah buat para fans komik Jaka Wana, yang udah lumutan nungguan komik aing selama 5 tahun... tah mangga nyayagikeun komik aing! yang baru cuman tilu halaman. Ga usah menta ujan ijin, langsung copy/print, perbanyak... jual!!! selama ga merobah isi dan nama pengarangna. ok?

Friday, April 20, 2007

06. Tzr Prjct>

“Kebebasan” yang kami maksudkan adalah kesempatan untuk menjalani proses penguasaan, dengan keberadaan tujuan-tujuan nyata bukannya tujuan-tujuan artifisial dari aktifitas-aktifitas sampingan, dan tanpa campur tangan, manipulasi atau pengarahan dari siapapun, khususnya dari organisasi besar manapun juga. Kebebasan berarti memegang kontrol (baik secara individual atau sebagai anggota sebuah kelompok KECIL) atas berbagai persoalan hidup-dan-mati dari eksistensi seseorang; makanan, pakaian, tempat tinggal dan pembelaan diri melawan ancaman apapun yang mungkin hadir dalam satu lingkup kehidupan seseorang tersebut. Kebebasan berarti memiliki kekuatan; bukan kekuatan untuk mengontrol orang lain melainkan kekuatan untuk mengontrol lingkungan kehidupannya sendiri. Seseorang tidak memiliki kebebasan apabila orang lain (khususnya organisasi besar) memiliki kekuasaan atasnya, tak peduli seberapa baik, toleran dan permisifnya kekuasaan tersebut dalam pengaplikasiannya. Adalah sesuatu yang penting untuk tidak mengaburkan kebebasan dengan kepermisifan.